I ndonesia telah lama merdeka, lebih dari
60 tahun Indonesia Merdeka, tapi Indonesia kemerdekaan belum sepenuhnya
tercapai, masih banyak masalah yang menimpa bangsa kita, mulai dari
korupsi, kesejahteraan, dan masih banyak lagi. Kita sebagai penerus
bangsa harus lah ikut serta dalam memajukan Indonesia menjadi lebih
baik.
Saya sebagai generasi bangsa Indonesia juga sebagai pelajar, ingin sedikit berpendapat mengenai pemuda masa kini.
Pemuda sekarang banyak mengalami
kemunduran, Mulai dari krisis identitas, daya kritis kurang, daya
kreatif kurang, sering ikut ikutan, kurang mandiri dan sebagainya, hal
itu menurut saya dikarenakan sistem Pendidikan sekarang yang kurang baik
dan kurang tepat sasaran. Pengajaran biasanya hanya terjadi satu arah
saja , antara guru ke murid, daya Partisipasi murid biasanya kurang,
mereka mengalami kebosanan dan kejenuhan dalam belajar, bagaimana tidak,
jika dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan SMA ,bahkan sampai
dengan Perguruan tinggi , hal yang dipelajari mencakup hal yg sama,
misalnya : dari SD Sampai SMA pasti ada Matematika, bahasa inggris, IPA,
IPS , dan lain lain. Pelajaran pelajaran tersebut diberikan dalam
bentuk teori teori barat dalam bentuk tulisan, bacaan, maupun penjelasan
dari Guru tanpa diimbangi dengan praktek yang
nyata, hal tersebut membuat kebosanan menghinggapi Pelajar,khususnya saya . Penjelasan penjelasan tarsebut hanya didengar dari telinga kanan dan kemudian keluar lagi dari telinga kiri (lupa). Evaluasi belajar pun hanya mengandalkan nilai nilai teori, hal itu memungkinkan pelajar hanya menghafal saja & pemahaman mereka kurang, sedangkan menurut teori yang ada, menghafal hanya dapat menyimpan memori ke dalam otak hanya sementara saja, artinya setelah evaluasi berakhir setelah beberapa hari/minggu, mereka akhirnya lupa akan pelajaran yang telah diberikan oleh gurunya selama berbulan bulan, artinya pengajaran selama ini Sia sia. Hal ini tidak berlaku pada sebagian kecil pelajar yang memiliki kesadaran & tingkat pemahaman tinggi.
nyata, hal tersebut membuat kebosanan menghinggapi Pelajar,khususnya saya . Penjelasan penjelasan tarsebut hanya didengar dari telinga kanan dan kemudian keluar lagi dari telinga kiri (lupa). Evaluasi belajar pun hanya mengandalkan nilai nilai teori, hal itu memungkinkan pelajar hanya menghafal saja & pemahaman mereka kurang, sedangkan menurut teori yang ada, menghafal hanya dapat menyimpan memori ke dalam otak hanya sementara saja, artinya setelah evaluasi berakhir setelah beberapa hari/minggu, mereka akhirnya lupa akan pelajaran yang telah diberikan oleh gurunya selama berbulan bulan, artinya pengajaran selama ini Sia sia. Hal ini tidak berlaku pada sebagian kecil pelajar yang memiliki kesadaran & tingkat pemahaman tinggi.
Selain hal hal tersebut, sistem
pendidikan indonesia hanya ber acuan pada nilai saja, hasil bertahun
tahun belajar hanya ditentukan dengan satu kali ujian akhir yang akan
menentukan lulus tidaknya pelajar. Hal itu juga memicu adanya pemalasan
pada diri pelajar ,” ah yang penting ujian lulus, ulangan harian ga’ penting” seperti inilah pikiran mereka., bahkan ada yang berpikir pesimis ”
wah paling paling Nanti ga’ lulus kaya’ tetangga sebelah & ujiannya
tambah susah dari tahun ke tahun, mending gua kerja aja, buat apa
sekolah capek capek akhirnya ga lulus juga..” Mereka akhirnya
memilih untuk bekerja membantu Orang tua mereka. Selain itu, dengan
adanya Ujian Nasional, timbul pemikiran2 negatif yang merusak moral
pelajar, Kejujuran mulai dipertanyakan, bahkan mereka terang terangan
menyusun rencana untuk bekerja sama dalam mengerjakan Soal soal, ada
yang mencontek, idealnya kan kerja sendiri sendiri, Nah inilah salah
satu ketidak jujuran yang mengakar pada pikiran mereka, dampaknya sampai
mereka jadi pemimpin ,banyak yang tidak jujur. Bahkan ada yang lebih
parah, mereka rela mencuri soal & membeli kunci jawaban demi Status
“LULUS..” Hal hal itulah penyebab kemunduran Pemuda generasi Bangsa.
Pendidikan kita yang selama ini
berorientasi pada nilai menurut saya itu salah, pelajar dididik agar
belajar demi satu ijazah. Seharusnya, pendidikan indonesia ini harus
disesuaikan dengan tujuannya, kalau tujuannya jelas maka belajar nya pun
jelas. Sistem penjurusan pun harus dilakukan sejak dini ( SD / SMP)
dengan demikian maka lulusan SMP pun sudah bisa mandiri. Hal yang paling
utama adalah, orientasi nya jangan hanya terpaku pada nilai/ angka
angka, yang penting itu pemahaman nya. Selain itu juga , teori yang
selama ini menjadi makanan pokok, seharusnya di Imbangi dengan praktek
yang lebih banyak, minimal sama frekuensi nya dengan teori atau lebih
banyak praktek nya. Jika di lihat dari sejarah, orang orang pintar dunia
itu kebanyakan banyak praktek nya dari pada teori contohnya: albert
einstein saja tidak lulus sekolahnya. Dia belajar sendiri dengan uji
coba dan praktek.
Ujian nasional juga harus di hilangkan,
mungkin lebih baik jika siswa bisa dinyatakan lulus jika bisa melakukan
penemuan2 baru / bisa mempraktekkan yang telah di pelajarinya. Selain
itu juga diperlukan pendidikan moral & religius yang banyak bagi
pelajar, misalnya: bagi yang muslim, wajib bisa membaca alquran, &
sholat 5 waktu harus full, mungkin ada test khusus saat kelulusan ( tes
baca Alquran,dll )
Mungkin itulah sedikit ulasan mengenai potret pendidikan di Indonesia menurut pemikiran saya, Bagaimana dengan kawan kawan..?
Saya berharap ke depannya sistem
pendidikan Di Indonesia tercinta menjadi lebih baik dan diperbaiki agar
memperoleh generasi yang Tangguh.
Mohon maaf yang sebesar besarnya jika ada pihak yang tersinggung dengan tulisan saya.
Terima kasih

0 komentar:
Posting Komentar